Kamis, 17 Desember 2015

Pengertian terorisme




Pengertian Terorisme

Terorisme adalah klimaks dari sebuah aksi kekerasan. Memang tidak semua kekerasan disebut teror tetapi teror sudah pasti kekerasan, terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasi dan sabotase umumnya langsung, sedangkan terorisme tidak, korban tindakan terorisme seringkali adalah orang yang tidak bersalah. Terorisme bermaksud ingin menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan dan memberikan dukungan. Mereka seringkali mengeluarkan pernyataan dan tuntutan mereka ingin menarik perhatian masyarakat luas dan memanfaatkan media massa untuk menyuarakan pesan-pesan perjuangan. Meskipun diakui pengertian terorisme belum baku, namun yang pasti hakikat terorisme mengandung perbuatan kekerasan atau ancaman kekerasan yang berkarakter idiologis atau politik.
Istilah terorisme beraal dari teror menjelaskan suatu sistem tindakan politik ditunjukan untuk menanamkan arasa takut dalam kelompok sosial. Komunitas ras atau agama dan dalam beberapa kasus untuk mengacaukan dan mendapatkan revolusi secara umum istilah terorisme diartikan sebagai bentuk serangan idiologi terkoordinasi yang dilancarkan oleh kelompok tertentu dengan maksud untuk membangkitkan perasaan takut dikalangan masyarakat. Gerakan ini sering menggunakan teknik bom bunuh diri ataupun serangan griliya yang dilakukan oleh anggota kelompok secara sukarela.
Jadi, jelas disini bahwa agama tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme. Baik agama islam, kristem protestan, katolik, hindu, budha dan konghucu sama sekali tidak ada mengajarkan yang namannya  kekerasan agama selalu mengajarkan kebaikan, keadilan dan kedamaian. Jika agama mengajarkan kekerasan dan terorisme maka itu agama yang tak bertuhan melainkan itu agama yang diciptakan oleh manusia yang tak beradab dan tak bertuhan.

Senin, 09 November 2015

Makna Cinta



MAKNA CINTA
     Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll. Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai.
     Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
     Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya. Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
      Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat.Suatu perasaan terdalam manusia yang membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya.Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan.
     Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi.Cinta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun.Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia.
     Cinta itu adalah imaginasi tanpa makna, saat dimana mereka bahagia bersama.Walau hanya sekedar berbincang biasa, sudah dapat membuat hati sedingin es menjadi sehangat bunga mentari.Dan ketika orang itu tidak ada, sebuah perasaan kehilangan pun menjamur.Menyayangi satu sama lain seolah dunia ini hanya milik berdua.Cinta adalah saling memberi kebahagian bukan satu memberi kebahagian satu memberi penderitaan.Bagaikan mutiara, cinta tidak akan memiliki arti sesungguhnya jika hanya bertepuk sebelah tangan.

Pluralisme Sebagai Kekuatan Persatuan



PLURALISME SEBAGAI KEKUATAN PERSATUAN

     Pluralisme dalam sejarah perjalanan bangsa kita adalah hal yang klasik dan tidak terelakkan keberadaannya. Bahkan sebelum wacana pluralisme menjadi perdebatan yang alot dalam kajian sosiologi kontemporer (post-modernisme), para founding father bangsa ini telah berhasil meletakkan wacana tersebut sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
     Pluralisme ala Indonesia ini dikenal dengan istilah Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi satu). Gagasan yang merupakan warisan dari salah seorang filsuf lokal Nusantara (Empu Tantular Abad 14 Masehi) ini, berhasil mempersatukan rakyat Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke menjadi satu ikatan kebangsaan yang utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dikatakan demikian, karena gagasan tersebut mampu melihat realitas kehidupan bangsa Indonesia yang sarat dengan berbagai macam perbedaan, baik agama, budaya dan ras.
     Dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan bukanlah tujuan, melainkan sebuah kewajaran. Sehingga keutuhan NKRI, meskipun dilatari oleh berbagai macam perbedaan, masih tetap utuh dan terjaga sampai hari ini. Kenapa demikian? Karena bangunan kebangsaan kita tidaklah dibangun atas dasar kesamaan etnis, agama dan budaya, Melainkan dibangun di atas fondasi keanekaragaman yang mengedepankan semangat kebersamaan sebagai perekat persatuan tanpa harus menghilangkan identitas keanekaragaman yang telah ada. Selain itu, makna terdalam dari gagasan Bhinneka Tunggal Ika mampu melihat sisi perbedaan yang tidak hanya sebagai bentukan biologis, melainkan sarat dengan muatan teologis.
     Oleh karena itu, sangat disayangkan jika belakangan ini bangsa kita banyak diterpa oleh berbagai masalah, khususnya yang terkait dengan persoalan SARA. Bhinneka Tungal Ika yang sejatinya diharapkan mampu melahirkan ruang kebersamaan diantara berbagai perbedaan, seolah kehilangan makna dalam dinamika kehidupan sosial bangsa kita.
Pada hakikatnya penghuni bangsa ini tidak mempersoalkan kenapa ia dilahirkan dalam keadaan berbeda. Namun yang mereka persoalkan adalah sifat sebahagian manusia yang begitu kejam dalam melihat perbedaan, mereka tidak segan melakukan tindakan diskriminasi, penghinaan, pertikaian dan bahkan pembunuhan antar sesama, hanya karena berbeda suku, agama dan ras.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Kuliner



Tempat Makan Recommended

Saya akan bercerita tentang sebuah tempat makan atau restoran yang cukup menarik untuk dapat dikunjungi. Ada yang tahu restoran Bamboo Dimsum (All U Can Eat)? Ya, sesuai namanya restoran ini menyediakan makanan yang berasal dari negeri tirai bambu yaitu China. Di restoran ini kita dapat makan sesuka hati sampai puas dari makanan sampai minumannya kita bisa makan sampai mungkin perut kita tak akan mampu lagi untuk menampungnya. Tetapi untuk makannya tidak hanya dimsum, ada juga bubur yang bisa kita ambil sepuasnya. Untuk minuman disini walaupun kita mengambil sepuasnya, hanya tersedia teh tawar hangat. Jika ingin minuman dingin atau minuman produk lain, ditempat ini juga menyediakan tetapi harus membayar dengan uang lebih.
 Dalam satu wadah bambu bisa terdiri dari 4-5 dimsum yang beragam dari mulai bentuk dan rasa. Untuk dimsumnya sendiri ada isian seperti udang, ayam, ikan, dan sebagainya. Untuk gorengannya pun ada beberapa macam dan rasa. Dan yang gak kalah enak disini juga menyediakan bakpau mungil yang rasanya ummm.... ga kalah nikmat loh. Untuk standar rasa dimsum, dimsum disini termasuk dimsum yang enak dengan harga yang lumayan terjangkau. Untuk per orangnya makan di Bamboo Dimsum ini cukup membayar dengan harga Rp 53.000,- saja. Cukup murah kan dengan harga yang terjangkau kita bisa makan dimsum sepuasnya.
Untuk lokasi Bamboo Dimsum sendiri cukup tersebar di daerah Jakarta Tangerang, dan Depok. Untuk daerah jakarta ada di kawasan Tebet, Kelapa Gading, Rawamangun. Untuk Tangerang ada di Summarecon Mall Serpong. Untuk daerah Depok ada di jalan raya Margonda.






Kerajaan Demak



Kerajaan Demak


Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang berdiri pada abad ke-16 berkat perjuangan dan usaha Pangeran Jinbun atau Raden Patah. Beberapa faktor yang menyebabkan kerajaan ini berkembang pesat adalah letaknya yang strategis serta terletak di tengah jalur perdagangan nasional yang menghubungkan antara barat dan timur serta mundurnya Kerajaan Majapahit yang menyebabkan para pedagang Islam masuk ke Demak. Dapat kita ketahui bahwa Raden Patah adalah keturunan Brawijaya, penguasa Majapahit. Setelah Raden Patah diangkat sebagai Bupati Demak Bintoro pada tahun 1500 M, ia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah yang lebih dikenal dengan Raden Patah. Kemudian setelah menjadi raja, ia memajukan perdagangan dan agama Islam. Demak menjadi negara maritim yang banyak dikunjungi oleh pedagang Islam, terlebih setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511 di bawah Alvonso d'Albuquerque.



Pada tahun 1518, ia digantikan oleh Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor). Pada masa pemerintahannya, ia melawan Portugis di Selat Malaka dengan 100 kapal, akan tetapi semua tidak berhasil. Sepeninggal Pati Unus, kekuasaan dipegang oleh Sultan Trenggono (1521 – 1546). Pada masa pemerintahannya ia mengutus Fatahillah untuk menyerang Portugis di Selat Sunda 1527 dan ternyata telah terjadi persetujuan "Henrique Leme" antara Portugis dan Pajajaran untuk mendirikan benteng Sunda Kelapa. Usaha Fatahillah untuk menguasai Sunda Kelapa berhasil. Di sana ia mendirikan dua kerajaan, yaitu Kerajaan Banten dan Cirebon. Kerajaan Banten diberikan kepada Hasanudin puteranya dan Cirebon diperintah sendiri. Namun akhirnya, Fatahillah meninggalkan istana dan menjadi Sunan Gunung Jati.

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggana, wilayah Demak meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah berjalan dengan teratur. Kehidupan sosial pada saat itu diatur dengan hukum-hukum yang berlaku dalam ajaran Islam. Akan tetapi norma-norma atau tradisi-tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja. Dengan demikian sistem kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak dapat dikatakan telah mendapat pengaruh Islam. Hasil-hasil budaya Kerajaan Demak merupakan kebudayaan yang berkaitan dengan Islam. Hasil budayanya yang cukup terkenal dan sampai sekarang masih tetap berdiri adalah masjid Demak. Masjid ini merupakan lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan yang bercorak Islam. Masjid Demak selain kaya dengan ukir-ukiran yang bercirikan Islam juga memiliki keistimewaan, karena salah satu tiangnya dibuat dari pecahan-pecahan kayu. Selain masjid Demak, Sunan Kalijaga juga melakukan dasar-dasar perayaan sekaten. Perayaan itu digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menarik minat masyarakat agar masuk Islam. Sekaten ini kemudian menjadi tradisi atau kebudayaan yang terus terpelihara sampai sekarang. Pada masa akhir pemerintahan Sultan Trenggana terjadi perebutan takhta dengan Arya Penangsang serta Hadiwijaya yang membawa keruntuhan Kerajaan Demak.